Jumat, 01 Juli 2011

Main Anggar Yuk!

DARI semua cabang olahraga, permainan Anggar mungkin masih kurang familiar di telinga kita. Padahal, permainan Anggar memiliki esensi yang tidak kalah kompleks dengan cabang olahraga lainnya yang lebih populer.

Bisa dibilang, permainan Anggar merupakan olahraga beladiri yang menggabungkan seni ketangkasan memainkan dan melindungi diri dengan pedang di mana strategi memainkan peranan penting dalam olahraga yang mengadopsi pertarungan di abad pertengahan ini.

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui dasar permainan yang telah tumbuh dan berkembang di Eropa dari abad 17 hingga 19. Ada tiga kategori dalam permainan ini yaitu Floret, Degen, dan Sabel. Ketiga kategori ini masing-masing ditentukan oleh bidang sasarannya dan pedang yang digunakan.

Jika menguliti tiga nomor tersebut satu persatu, Floret menjadi nomor dasar dalam permainan Anggar. Karena nomor ini merupakan fondasi bagi para pemula untuk mengenal permainan yang identik dengan pedang ini. Di nomor ini, pemain hanya menargetkan sasaran lawan hanya di bagian dada. Nomor ini merupakan dasar permainan Anggar yang diajarkan pada anak usia 7 sampai 12 tahun di Eropa.

Floret sendiri dirancang untuk berolahraga dengan menggunakan pedang yang ringan serta ujungnya terdapat tombol berpegas.

Tombol berpegas yang terdapat di ujung pedang berfungsi sebagai sensor untuk menentukan angka yang didapat pemain apakah mengenai sasaran atau tidak. Jika mengenai sasaran, tombol berpegas ini akan memberikan sinyal kepada recording machine –alat pencatat skor dalam permainan Anggar melalui kabel yang terpasang di badan pemain.

Sedangkan nomor Degen diciptakan khusus untuk berduel. Jangkauan sasarannya pun lebih luas dibanding Floret. Di nomor ini Kita bebas membidik bidang sasaran oposisi dari kepala hingga kaki. Spesifikasi pedangnya pun berbeda dengan Floret.

Pedang yang digunakan memiliki pelindung tangan yang lebih besar, pada bagian bilah pedang terdepat semacam cekungan. Gambarannya kira-kira persis seperti pedang Gladiator zaman Romawi dengan dimensi panjang maksimal 105 cm. Bagian ujungnya tidak jauh berbeda dengan pedang Floret di mana terpasang tombol berpegas untuk melihat perolehan angka sang pemain.

Sedangkan, dari semua nomor Anggar yang menarik dan berbeda adalah, Sabel. Berdasarkan keterangan yang didapat dari Head Coach Anggar SEA Games XXVI Edi Suwarto, Sabel merupakan senjata Kaveleri (pasukan berkuda) Kerajaan Inggris di mana bidang sasarannya terletak pada bagian pinggang ke atas.

Cara bermainnya pun boleh di sabet atau di tusuk. Jadi, spesifikasi pedangnya pun berbeda dengan nomor Floret dan Degen. Pedang untuk nomor ini berbentuk pipih dan tidak meruncing serta memiliki pelindung tangan yang lebih besar. Sedangkan bilahnya pun lentur. Ujung pedangnya pun tidak memiliki tombol bepegas seperti halnya dua pedang yang digunakan dalam nomor yang telah dijelaskan di atas.

Kurang lebihnya, itulah gambaran singkat mengenai nomor yang dipertandingkan dalam permainan Anggar. Jika Kita perhatikan lebih detail permainan Anggar, pandangan Kita pun tidak lepas dari equipment yang digunakan sang atlet saat beraksi. Terutama pakaian yang mereka gunakan.

Pakaian memang menjadi elemen yang utama dalam permainan ini. Jika di masa lampau pakaian pelindung memakai sutera satin, berbanding jauh dengan pakaian di zaman modern. Kevlar dan baja maragin menjadi bahan dasar pakaian pemainan anggar masa kini agar lebih maksimal melindungi tubuh.

Sekadar info, under plastron –pelindung dada harus sanggup menahan tekanan hingga 800 newton. Begitupun dengan masker pelindung kepala yang tidak bermasalah saat mendapat tekanan hingga 1.600 newton. Kesemua perlengkapan yang dipakai atlet Anggar professional harus mendapat sertifikasi lulus uji dari Federasi Anggar Dunia atau Federation Internationale d’Escrime.

Harganya pun tidak main-main. Kita harus merogoh kocek hingga antara USD 200 hingga 300 untuk mendapatkan perlengkapan pengaman tersebut.

Setelah mengurai satu per satu perlengkapan dan peralatan yang digunakan, kini saatnya Kita beranjak mengetahui regulasi permainan ini. Untuk nomor Floret dan Sabel pemain yang mengambil inisiatif menyerang, dia memiliki hak untuk menyerang lebih dulu.

Namun jika serangannya bisa dihalau, maka lawan ganti memiliki hak menyerang. Situasi ini berlangsung terus menerus hingga salah satu pemain bisa mengenai bidang sasaran untuk mendapatkan poin.

Sementara peraturan permaianan sedikit berbeda di nomor Degen. Sang pemain bebas mencetak skor dengan mengenai bidang sasaran lawan lebih dulu. Bila keduanya sanggup mengenai bidang sasaran, keduanya akan mendapatkan nilai.

Permainan Anggar dilaksanakan dalam tempo lima menit dan pemain diwajibkan mendapatkan poin lima lebih dahulu untuk memastikan diri keluar sebagai pemenang. Bila pemain tersebut unggul dalam jumlah angka dan waktunya habis, dialah pemenangnnya.

Contoh, jika kedudukan 2-3 dan waktu habis maka pemain yang mendapatkan poin 3 itulah yang berhak meraih kemenangan. Jika terdapat kesamaan angka permainan terus dilanjutkan dengan tambahan angka hingga mendapat angka tambahan.

Layaknya orang awam, saat melihat permainan anggar kita mungkin berpikir bisa dengan mudah memainkan permainan ini. Tapi singkirkan jauh-jauh asumsi tersebut bila kita ingin mempelajari permainan Anggar.

Menurut Edi, dibutuhkan strategi matang baik saat bertahan dan menyerang. Jadi tidak sekadar menghunus lawan dengan pedang. Ada berbagai macam trik dan taktik lebih lanjut untuk membaca pergerakan lawan.

“Permainan Anggar sama seperti permainan catur. Namun permainaan ini memiliki kecepatan strategi kilat,” kata Edi dalam bincang-bincangnya dengan Okezone di Training Camp Anggar jelang SEA Games 2011 mendatang di pusat latihan Ikataan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) di kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Singkat kata, dibutuhkan kecerdikan dari sang pemain unuk membaca pergerakan lawan. Apakah dia bisa menghindar atau melindungi diri dengan menggunakan pedang. Mengenai filosofi permainan Anggar, Edi berujuar. “Di tengah kompleksitasnya Kita mencari simplisitasnya.So, bagaimana tertarik unuk mencoba permainan ini?

(fit)


View the original article here